Menganggap bahwa pembuatan atap dak beton sekadar urusan ngecor, jelas kurang tepat. Tidak mempertimbangkan pembuatannya  secara cermat, tentu bisa menimbulkan masalah besar di kemudian hari.

Misalnya, beberapa tahun setelah Anda membangunnya, akan muncul retak halus. Bahkan mungkin ada yang langsung bocor karena Anda salah pasang drainase.

Jika sudah begini, biaya perbaikannya akan lebih mahal dibandingkan biaya pembuatan dari awal. Makanya, penting bagi Anda tahu ilmu dan tipsnya dulu sebelum bikin dak beton.

Tips Membuat Dak Atap pada Bangunan

Kalau mau panduan lengkap agar Anda memperoleh dak atap yang kuat, tahan bocor, dan aman untuk jangka panjang, simak di sini:

1. Perencanaan Awal: Jangan Sepelekan Struktur Pendukung

Pertama, yang harus Anda pikirkan adalah apakah bangunanmu kuat atau tidak untuk menopang dak beton.

Ingat, dak bukan beban ringan. Beratnya bisa ratusan kilo per meter perseginya. Ini pun masih beban mati karena belum menghitung orang-orang yang nanti akan menggunakannya, barang, dan sejenisnya.

Maka dari itu, bagian pondasi, balok, kolom, hingga struktur penunjang lainnya wajib Anda hitung secara matang.

2. Jangan Pelit Material

Ketebalan 8 – 10 cm sebenarnya sudah cukup untuk atap biasa. Namun, kalau Anda berniat menjadikan rooftop, ruang cuci, taman, maupun aktivitas lain, minimal 12 – 15 cm agar lebih aman. Semakin tebal, maka semakin kuat juga menahan beban. Intinya sih tetap harus seimbang dengan kekuatan struktur penopang.

3. Tulangan Besi & Komposisi Beton

Selain ketebalan, mempertimbangkan rangka tulangan atap dak beton juga penting Anda lakukan. Umumnya, tulangan untuk dak atap menggunakan besi beton ulir berdiameter 10 – 12 mm dengan jarak 15 – 20 cm. Nantinya, harus Anda buat kotak-kotak grid.

Selanjutnya, ikat setiap sambungan menggunakan kawat beton. Sebisa mungkin jangan ada yang geser ketika tahap pengecoran.

Komposisi adukan betonnya juga jangan sembarangan. Standarnya adalah:

Semen : Pasir : Kerikil : Air = 1 : 2 : 3 : 0,5

Ingin lebih praktis? Bisa pakai ready mix saja karena lebih padat, kualitasnya lebih merata, dan lebih kuat.

4. Pastikan Bekisting Kuat dan Rata

Tips membuat dak atap pada bangunan selanjutnya yakni bekisting atau cetakan betonnya harus kuat, rapat, dan rata.

Mengapa? Karena ketika pengecoran, beton tidak akan bocor ke bagian bawah. Bekisting yang kuat dan rata juga membuat bentuknya jadi lebih presisi dan tidak merembes ke mana-mana.

5. Pastikan Tempat Pengecoran Bersih

Sebelum mengecor, pastikan juga permukaan kerja Anda bersih dari debu, minyak, maupun kotoran lain. Pengecoran juga baiknya jangan setengah-setengah. Lakukan sekali kerja dan jangan stop di tengah. Tujuannya agar cold joint tidak terjadi.

Jadi, itulah tips membuat dak atap pada bangunan yang harus Anda perhatikan. Jangan lupa, gunakan juga produk-produk material berkualitas dari SCG Indonesia untuk hasil yang lebih kuat, aman, dan tahan lama.

By admin1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *